CasaNinesSegovia – Pemerintah Amerika Serikat baru-baru ini mengeluarkan revisi terhadap National Security Science & Technology Strategy (NSSTS), sebuah pedoman tahunan yang berfungsi untuk memastikan bahwa strategi keamanan nasional negara tersebut didukung dari berbagai aspek. Dalam revisi terbaru ini, terdapat perubahan signifikan yang tampaknya mengurangi fokus pada penyimpanan data berkinerja tinggi dan pusat data.
Revisi ini menandai pergeseran dari tradisi sebelumnya di mana pusat data dan penyimpanan data berkinerja tinggi sangat dihargai dan masuk dalam daftar “Teknologi Kritis dan Berkembang.” Sekarang, dengan pembaruan ini, perhatian lebih diberikan pada teknologi yang sedang muncul, sementara penyimpanan data dan pusat data muncul hanya sebagai bagian dari prioritas manajemen informasi dalam dokumen tersebut.
Pergeseran Fokus dalam Strategi Keamanan Nasional
Dokumen yang merupakan bagian dari strategi keamanan nasional ini memberikan informasi yang berguna dalam mendukung keamanan ekonomi, penelitian, dan inovasi. Hal ini penting untuk pengambilan keputusan mengenai pendanaan federal, serta untuk membangun kemitraan dengan sektor swasta dan proyek bersama dengan sekutu. Pembaruan ini juga mendasari kebijakan ekspor teknologi kritis AS.
Meskipun tampaknya pentingnya pusat data dan penyimpanan data berkinerja tinggi telah diturunkan, perubahan tersebut tampaknya merupakan langkah untuk mengubah fokus. Dalam daftar manajemen informasi dan keamanan siber pada dokumen terbaru, terdapat penyebutan mengenai “manajemen data, termasuk penyimpanan dan keamanan,” yang mencakup beberapa dari apa yang diabaikan dalam edisi sebelumnya.
Fokus utama kini tertuju pada “teknologi baru yang transformatif” yang mencakup kecerdasan buatan, otonomi, bioteknologi, dan teknologi informasi kuantum. Dengan demikian, ada pergeseran menuju inovasi yang diharapkan dapat memberikan keunggulan kompetitif dalam konteks keamanan nasional.
Tantangan dari ‘Musuh Asing’
NSS dan NSSTS secara definisi adalah dokumen yang mencatat peta jalan untuk keamanan ekonomi. Oleh karena itu, pergeseran prioritas dalam pemanfaatan teknologi bukanlah hal yang mengejutkan, terutama yang bertujuan untuk “menghalangi musuh asing dari sistem dan rantai pasokan teknologi kritis.” Ini merujuk secara luas kepada China dan tantangan yang dihadapi oleh perangkat keras komunikasi nirkabel yang diproduksi di negara tersebut.
Keputusan ini mungkin dipengaruhi pula oleh kekhawatiran yang berkembang terhadap keamanan teknologi dan pengaruh negara asing dalam sistem kritis. Terlihat dari upaya yang dilakukan oleh FCC untuk memperkuat kontrol terhadap produk-produk asing yang dianggap berisiko.
Dokumen NSSTS juga mencakup ambisi untuk “memprioritaskan pengembangan produk dalam negeri dan home-shoring,” yang didorong oleh administrasi sebelumnya dengan mempromosikan perdagangan yang seimbang dan mendukung reindustriasi. Pusat data dan penyimpanan data berkinerja tinggi, meskipun kurang diperhitungkan secara spesifik, tetap berada dalam lingkup tujuan tersebut.
Kesimpulan
Revisi terhadap NSSTS menunjukkan adanya perubahan yang signifikan dalam cara pemerintah AS memprioritaskan teknologi terkait keamanan nasional. Dengan mengalihkan fokus dari pusat data tradisional ke teknologi baru yang lebih transformasional, pemerintah berharap dapat menghadapi tantangan terkini yang datang dari musuh asing. Meskipun penyimpanan dan keamanan data tetap penting, fokus yang lebih besar kini diberikan kepada teknologi yang dapat mendukung keunggulan strategis dan keamanan ekonomi di masa depan.