FLOQ Raih 1,8 Juta Pengguna, Perkuat Ekosistem Keuangan On-Chain

CasaNinesSegovia – Pertumbuhan jumlah investor kripto dan kemajuan teknologi blockchain memberikan peluang baru bagi transformasi aset digital di Indonesia. Yudhono Rawis, CEO dan Founder FLOQ, menekankan bahwa perkembangan ini menunjukkan bahwa aset kripto kini menjadi bagian integral dalam industri jasa keuangan yang lebih luas.

Dalam presentasinya di AWS Summit Jakarta 2026, yang berlangsung pada Kamis, 6 Agustus 2026, Yudhono menyebutkan bahwa saat ini terdapat lebih dari 20 juta investor aset kripto di Indonesia. Nilai transaksi aset kripto sepanjang tahun 2025 mencapai lebih dari Rp400 triliun, dan sekitar satu dari 14 penduduk Indonesia sudah berinvestasi di sektor ini.

Yudhono menjelaskan bahwa penetrasi aset kripto di Indonesia yang masih sekitar 7% menunjukkan adanya ruang pertumbuhan yang signifikan. Peluang ini semakin melebar dengan kemunculan stablecoin, tokenisasi aset dunia nyata, dan integrasi kecerdasan buatan dalam sistem keuangan berbasis blockchain. Secara global, nilai transaksi stablecoin telah mencapai sekitar US$33 triliun, meningkat 72% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara aset dunia nyata yang telah ditokenisasi melampaui US$35 miliar.

Perubahan ini menunjukkan bahwa teknologi blockchain telah berkembang melampaui perdagangan aset kripto, mencakup berbagai aplikasi seperti pembayaran dan tokenisasi surat berharga. Yudhono menekankan bahwa tantangan bagi Indonesia bukan lagi soal pergerakan layanan keuangan secara on-chain, tetapi lebih kepada siapa yang akan menjadi penggerak pembangunan ekosistem tersebut.

Di tengah tren ini, FLOQ mencatat kemajuan signifikan. Sejak diluncurkan pada Mei 2025, platform ini telah menarik perhatian dengan lebih dari 600.000 trafik sekaligus pada hari peluncuran dan kini memiliki sekitar 1,8 juta pengguna. FLOQ juga telah mengumpulkan pendanaan sebesar US$11 juta dan mendapatkan penghargaan untuk pertumbuhan tercepat di sektor perdagangan aset kripto.